Kokohnya Sektor Perhotelan di Vietnam

Ssiem2018 – Masih kita ingat bersama laporan kasus virus corona pertama kali muncul pada penghujung tahun tepatnya Desember 2019 yang disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada Januari 2020 kasus yang terinfeksi masih tercatat di bawah 50 orang, dan di bulan Februari jumlah pasien yang terinfeksi menjadi meningkat tajam menjadi kurang lebih 80.000 hanya dalam waktu setengah bulan setelah kasus pertama dilaporkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa 2020. Berbagai prosedur diterapkan kepada warga, Wuhan kembali dikunci dan warga diwajibkan untuk melakukan karantina. Setelah itu peningkatan terus berlanjut bahkan kasus virus corona menyebar ke 146 negara di seluruh benua melalui penerbangan internasional, infeksi didorong melaju semakin cepat khususnya di kalangan komunitas , dan telah mencapai 7,69 juta kasus dengan kasus kematian lebih dari 420.000 jiwa di lebih dari 200 negara pada pertengahan Juni 2020.

Dampak Covid-19

Akibat dari Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia mengakibatkan pariwisata global lumpuh. Boleh dikatakan hampir semua negara menghadapi kurva penurunan di sektor pariwisata yang sangat rendah, sebagian hotel harus ditutup. Perjalanan individu dibatasi sementara perjalanan rombongan tidak diperbolehkan sama sekali. Namun belakangan ini beberapa negara seperti Vietnam, Korea dan Selandia Baru memberikan sebuah solusi yang cukup baik dengan membuka kembali negaranya. Yang menarik disini, Vietnam adalah negara yang berbatasan dengan China tapi memiliki strategi dan respon yang cepat untuk menekan angka penyebaran penyakit Covid-19. Pemerintah mengambil langkah efektif dengan menghentikan kegiatan sekolah, komersial guna mencegah agar virus tidak mudah menyebar. Kegiatan dialihkan ke sistem online, banyak e-commerce yang mengambil keuntungan dan strategi jaga jarak sosial diterapkan. Hingga saat ini Vietnam tercatat 335 kasus terinfeksi, 325 kasus telah sembuh tanpa ada kematian meskipun negara ini memiliki keterbatasan sistem medis dan infrastrukturnya.

Pemerintah Mempertimbangkan Opsi Terbaik Untuk Turis

Pemerintah berpikir keras untuk mempersiapkan strategi yang dapat menutup kerugian ekonomi. Menyadari situasi yang rentan maka pemerintahan Vietnam mempertimbangkan beberapa opsi salah satunya, pertengahan Maret para turis yang mengunjungi Vietnam diharuskan untuk dikirim ke pusat karantina selama 14 hari. Orang Vietnam yang kembali seperti pelajar, maupun pelaku bisnis juga tidak terkecuali. Pelacakan dan pemisahan orang yang pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi juga di lakukan. Dikarenakan yang akan dikarantina menyentuh skala yang besar, maka pemerintah mengajak seluruh rakyat untuk bersatu mengalahkan pandemi secara bersama – sama.

Meskipun berbagai strategi telah diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona namun dampak buruknya terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya pariwisata dan perhotelan tidak dapat diabaikan. Sejak kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi, negara ini terus menerus menghadapi penurunan jumlah wisatawan. Banyak perusahaan perhotelan yang terhibernasi karena dibatalkannya rencana perjalanan.

Pelaku usaha perhotelan, sektor makanan terus berpikir untuk mencari jalan keluar dari kondisi sulit seperti ini. Banyak hotel (menengah dan mewah) secara sukarela menjadi pusat layanan karantina untuk menanggapi kekurangan fasilitas, staf pelayanan serta akomodasi untuk karantina. Ide ini memberikan manfaat untuk semua pihak khususnya tekanan dalam perawatan kesehatan dan dapat membantu berbagai pihak untuk bertahan selama pandemi. Pemerintah juga menyambut baik hotel yang telah memenuhi standar kesehatan dan sanitasi yang diperlukan untuk menjadi pusat karantina.

Ketika tiba di bandara, anda akan dimintai pernyatan kesehatan dan pemeriksaan medis, setelah itu dipindahkan ke pusat karantina, hotel berbayar yang nyaman dan aman. Karantina berbayar dapat dilihat dari slot online deposit pulsa sebagai cara mengatasi masalah selama krisis dan strategi pemulihan serta mempromosikan nama merek Viehost. Sebagian besar pelanggan Viehost adalah pelanggan asing, dan meskipun sebagian besar dari mereka membatalkan reservasi mereka, Viehost masih mengirim email untuk mempromosikan layanan karantina berbayar, promosi dan penawaran, dan terus mengirimkan pembaruan tentang waktu pasar perjalanan Vietnam akan dibuka. dibuka kembali.