Tanda-Tanda Vertigo pada Balita

Ssiem2018 – Siapa yang bilang bahwa vertigo hanya akan menyerang orang dewasa? Kondisi semacam ini juga dapat dialami oleh anak-anak, atau bahkan balita. Tanda-tanda vertigo pada balita tidak berbeda jauh dengan orang dewasa, yakni pusing lalu sensasi layaknya sekeliling berputar.

Sama halnya dengan orang dewasa, vertigo yang menyerang balita juga muncul saat ada masalah didalam otak ataupun telinga dalam yang mempengaruhi keseimbangannya. Kondisi ini pun juga dapat terjadi sebagai dampak penyakit lain, seperti halnya sinus karena tersumbat pilek.

Memahami Tanda-Tanda Vertigo pada Balita

Seperti yang dijelaskan, tanda-tanda vertigo yang menyerang balita tidak berbeda jauh dengan manusia dewasa. Saat terserang penyakit ini, tanda-tanda yang akan muncul adalah:

  • Gerakan mata yang tak normal [nistagmus]
  • Sulit berjalan lurus
  • Gangguan pendengaran
  • Keseimbangan buruk
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Muntah atau mual
  • Migrain
  • Tinnitus [telinga berdenging]

Segera pergi ke dokter jika melihat balita mengalami hal berikut:

  • Anak terlihat bingung atau tak bertindak sendiri.
  • Vertigo disertai masalah lain, seperti sakit telinga, gangguan pendengaran, telinga tersumbat, sakit kepala, telinga berdenging.
  • Vertigo parah [anak tak bisa bergerak].
  • Episode vertigo berulang atau berkepanjangan

Kemungkinan Faktor Penyebab Vertigo

Faktor pasti vertigo termasuk yang menyerang balita, tak selalu diketahui. Tapi, jika anak mempunyai gangguan telinga dalam, mungkin otak mendapat sinyal yang salah. Maka, hal ini bisa mengakibatkan vertigo. Berikut adalah faktor paling umum gangguan telinga dalam pada judi slot deposit pulsa :

  • Labirintis, yakni kondisi yang dikarenakan infeksi virus di labirin [bagian telinga dalam].
  • Kondisi yang mengakibatkan penyumbatan, seperti infeksi sinus, alergi, atau pilek. Hal itu mengakibatkan cadangan cairan lewat tabung Eustachius, yang menghubungan telinga menuju sinus.
  • Penyakit meniere. Ini merupakan sindrom yang dimana tubuh memproduksi cairan yang kurang normal pada telinga dalam yang mengakibatkan tingkat vertigo yang berhubungan ke telinga berdenging serta masalah pendengaran. Meskipun jarang, kondisi ini bisa terjadi kepada balita.
  • Cedera kepala tertutup. Kadang, balita bisa merusak struktur telinga dalam saat terkena cedera kepada kemudian mengakibatkan vertigo. Di beberapa kasus, telinga dalam akan utuh, namun balita akan terserang gegar otak selepas mengalami cedera kepala yang bisa memunculkan tanda-tanda yang mungkin termasuk pusing atau bisa juga vertigo.
  • Migrain. Terdapat migrain spesifik yang biasanya disebut sebagai migrain atau arteri basilar dan ini bisa mengakibatkan vertigo dan sakit kepala. Biasanya gejala vertigo hilang saat migrain hilang.
  • Vertigo paroksismal jinak di balita. Tandanya termasuk sensasi mendadak berputar, muntah, mual, kehilangan keseimbangan. Tingkatan ini bisa muncul lagi dalam beberapa kali pada sebulan selama beberapa tahun. Lalu sering menghilang di umur 8 tahun.

Penanganan Tergantung Faktor Penyebab

Pengobatan vertigo ini bergantung apa yang menjadi faktornya. Dalam kasus pada umumnya, vertigo dapat hilang tanpa melakukan pengobatan. Hal ini lantaran otak sanggup menyesuaikan diri dengan adanya perubahan telinga dalam. Tapi, di kasus yang perlu pengobatan, sejumlah metode yang dapat dilakukan oleh dokter ialah:

  • Pil air untuk mengurangi cairan di telinga dalam.
  • Obat steroid untuk bisa mengurangi pembengkakan.
  • Obat antibiotik mengobati infeksi telinga dalam.
  • Obat agar bisa meredakan mual serta mabuk perjalanan.
  • Latihan terapi fisik agar meningkatkan keseimbangan. Terapi ini bisa mengajari balita gerakan tubuh dan kepala.

Supaya bisa menghindari cedera selama tanda-tanda vertigo pada balita muncul. Maka jayaslot4d, ibu harus memastikan keamanan buah hatinya. Jangan sampai dia bermain dengan mesin ataupun ikut naik motor.