Juarai MotoGP Austria, Brad Binder Disebut Rider Gila

Ssiem2018 – Pembalap asal tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memberikan pujiannya terhadap aksi yang ditunjukkan oleh rider Red Bull KTM, Brad Binder yang tak sudi mengganti motornya saat membalap di Sirkuit Red Bull Ring yang diguyur hujan deras. Bahkan Pecco, panggilan Bagnaia, menyebut kalau Binder adalah pembalap yang sedikit gila karena aksinya tersebut.

“Dia [Binder] betul-betul pembalap gila. Aku rasa hal itu hanyalah hal yang dapat dilakukan oleh Jack Miller ataupun Brad sendiri. Pasalnya, aku sendiri keculitan saat awal-awal balapan diguyur hujan,” ujar Bagnaia seperti dilansir dari Motorsport Week, Senin 16 Agustus 2021.

“Pilihan untuk setat memakai ban slick adalah pilihan yang sudah pasti gila,” imbuh rider yang saat ini berada di posisi ke-2 di klasemen sementara MotoGP 2021 dengan catatan 134 poin itu.

Binder sendiri sukses mendapatkan podium kemenangan pertamanya di ajang MotoGP Austria 2021. Kemenangan tersebut adalah yang pertama dicetak Binder, semenjak kemenangan terakhir pada MotoGP Ceko di musim 2020.

Di balapan MotoGP Austria 2021 tersebut, rider asal Afrika Selatan ini membuat perjudian dengan tidak bersedia mengganti setup motor normal dengan setup di trek basah ketika hujan mengguyur Sirkuit Red Bull Ring di lap ke-22.

Bagnaia yang mengakhiri balapan tersebut di belakang Binder, memuji pilihan gila ini. Rider kelahiran Italia itu mengutarakan pilihan yang diambil oleh Binder merupakan pilihan yang tepat sebab performa judi slot pulsa rider tim KTM Red Bull tersebut sangat luar biasa ketika trek basah.

“Itu merupakan keputusan yang sulit untuk mengganti motor, namun itu juga menjadi keputusan yang tepat sebab dia adalah pembalap luar biasa ketika kondisi trek basah dengan menggunakan ban slicks,” jelas pria kelahiran Turin ini.

Pecci mengungkapkan perbedaan yang dirasakan oleh rider yang memakai motor dengan setup basah serta pembalap yang terus melaju menggunakan ban slick di aspal basah. Perbedaan tersebut membuat dia mampu menyalip beberapa rider [ada lap terakhir yang kemudian membuatnya finis di urutan kedua.

“Ada perbedaan yang cukup besar diantara kamu [rider dengan setup trek basah] serta mereka [rider dengan setup normal] di jalan basah. Mereka tidak mempunyai grip lalu kamu memiliki grip tersebut,” jelasnya.

Pertunjukan Masterclass Brad Binder

Saat hujan mulai mengguyur di Sirkuit Red Bull Ring, sejumlah agen judi slot rider terdepan memilih untuk masuk ke pit dan mengganti motor dengan ban slick. Namun, Binder jutsru memilih tetap bertahan menggunakan ban kering sebab merasa sanggup mengatasi segala situasi pada 4 lap terakhir.

Tentu saja pilihan tersebut diimbangi kemampuan untuk mengendalikan motor dengan sangat baik dari rider berusia 26 tahun ini.

“Jujur saja, aku menjalani balap yang cukup buruk sebelum memilih untuk bertahan menggunakan ban kering serta semua pembalap masuk ke pit. Saat itu ban belakang berbeda dari yang aku rasakan disepanjang akhir pekan. Sangat licin ketika mengerem, aku menarik gas motor dan tidak ingin maju,” ungkap Binder.

“Tapi saat hujan turun, aku mendekat ke grup terdepan dan berpikir 4 putaran kedepan. Aku melihat pembalap terdepan masuk karena aku melihat Marq [Marques] melihat kebelakang dan tidak dapat memutuskan untuk masu atau justru tetap melaju.” “Aku kemudian memilih bertahan. Saat melihat mereka masuk, putaran pertama berjalan lancar, namun di lap terakhir sangat berbeda. Di lap terakhir ban dan rem sudah dingin. Aku kesulitan, namun apapun itu, kadang kamu harus berjudi dan perjudian ini berakhir bahagia,” tanda Brad Binder.