FIA akan Mengkaji Ulang Regulasi Poin di Formula 1

Ssiem2018 – Federasi Otomotif Internasional [FIA], pada Selasa 1 September 2021, mengutarakan rencana pengkajian ulang mengenai poin yang diberikan seiring hasil dari Formula 1 GP Belgia yang dimana para pembalap hanya mendapatkan setengah poin pasca mengakhiri 2 lap dibelakang Safety Car.

Balapan yang saat itu diguyur hujan yang sangat deras di lintasan Spa-Francorchamps jadi seri ke-6 di sejarah F1 yang memberi setengah jatah poin untuk pembalap. Regulasi yang mengatur hal ini bisa muncul jika pemimpin race mengakhiri lebih dari 2 putaran namun kurang dari 75% jarak asli dari race tersebut.

Presiden FIA, Jean Todt, melalui akun Twitter pribadinya mengatakan bahwa peraturan tersebut sedang dikaji ulang.

“FIA, dengan F1 beserta tim, bakal mengkaji ulang dengan cermat dalam hal aturan agar bisa melihat apa yang dapat kami pelajarai serta tingkatkan suatu hari nanti. Temuan ini, termasuk pembahasan pemberian poin, akan diberikan di agenda dalam pertemuan Komisi F1 selanjutnya pada 5 Oktober 2021,” ungkap Todt.

Todt menambahkan jika race itu sudah mendapat ‘tantangan hebat’. Ia juga sudah minta maaf pada seluruh penonton yang sudah menunggu lama ditengah hujan, cuaca berangin dan udara dingin, tapi mengatakan jika regulasi sudah dijalankan dengan baik.

Grand Prix Belgia pada akhir pekan kemarin jadi seri terpendek di sejarah Formula One, kemudian pembalap tim Red Bull, Max Verstappen dinyatakan menjadi juara dan mengumpulkan 12,5 poin untuk memperpendek jarak 8 poin dari pemimpin klasemen [Lewis Hamilton] menjadi 3 poin saja.

Beberapa tim beserta pembalap langsung mempertanyakan keputusan alokasi poin itu saat balapan sebetulnya dapat dibilang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Hasil ini sangat menyakitkan untuk semua, namun khususnya untuk penggemar F1, yang tidak mendapat pertunjukan yang diinginkan saat berada disana,” ujar tim Alfa Judi Online Romeo, yang saat ini ada di posisi ke-9 klasemen konstruktor.

“Kami sangat berharap bahwa ini bisa dijadikan pelajaran yang bisa meningkatkan cara kami untuk beroperasi di masa mendatang serta pelajaran yang menempatkan fans olahraga kami dalam posisi yang pantas untuk mereka,” tandasnya.

Saran Verstappen untuk Formula 1 Pasca Insiden GP Belgia

Max Verstappen dinobatkan sebagai juara di GP Belgia selepas race mengalami penundaan lebih dari 2 jam karena hujan lebat. Sirkuit Spa-Francorchamps yang disebut berbahay jika dilaksanakan loma, lantaran cuaca berkabut dan genangan air, membuat pihak FIA memilih melangsungkan balapan selama 2 putaran dibelakang safety car.

Verstappen mempunyai gagasan agar tak terulang insiden yang sama di masa mendatang. Dia menilai bahwa start lebih dini bakal memungkinkan Formula 1 dapat terlaksana sesuai penjadwalan seharusnya.

“Saat anda melakukan start pada 3 sore, dan mempunyai cuaca yang seperti ini, start awal akan lebih bagus, seperti 12 ataupun 1 siang,” ungkap Verstappen dilansir MotorSport.

“Saya pikir itu menjadi solusi yang baik agar bisa memulai race, untuk saya. Kini, tak ada kejelasan serta cuaca pun juga lebih buruk, hari semakin gelap.”

Meskipin start dirubah, pihak F1 pastinya tetap tunduk pada aturan durasi selama 3 jam. Ada kemungkinan untuk Steward membekukan waktu dengan dalih ‘force majeure’, seperti GP Belgia saat waktu menyisakan 60 menit.

Yang paling dirugikan ialah fans lantaran race berjalan tak sesuai ekspetasi mereka. Apalagi mereka menunggu dengan kondisi hujan lebat serta cuaca dingin dalam waktu beberapa jam.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, adalah orang yang paling vokal untuk menyuarakan bahwa seharusnya F1 mengembalikan uang pembelian tiket.