Penjelasan BMKG Mengenai Panas Matahari Bulan Oktober

Ssiem2018 – Siang hari di daerah Jakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini terasa sangat panas. Panas terik matahari bulan oktober terasa sangat ekstrim, padahal seharusnya musim sudah berganti ke musim hujan saat memasuki bulan Oktober.

Lantas bagaimana bisa hal ini terjadi? BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menjelaskan bahwasannya hal tersebut bisa saja terjadi karena beberapa faktor, salah satunya bisa saja diakibatkan oleh kulminasi matahari berada di atas pulau Jawa, tentu ini dapat membuat suhu panas pada bulan Oktober bisa mencapai titik tertingginya.

Jika diambil data yang tercatat pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pada rentan tahun 1981 hingga 2010 (30 tahun terakhir) dapat menunjukkan suhu maksimal serta diperoleh rata-rata yang menunjukkan bahwa pada saat siang hari di pulau Jawa selalu meningkat.

Peningkatan panas secara bertahap ini dimulai dari bulan Agustus, selanjutnya pada bulan Oktober akan terjadi peningkatan suhu yang cukup ekstrim hingga mencapai puncaknya, lalu disusul pada bulan November dimana panas masih tetap terasa  namun tidak akan mencapai titik tertinggi, karena Panas terik matahari bulan oktober menjadi titik tertinggi.

Adanya fenomena kulminasi matahari yang terjadi pada bulan Oktober ini tentunya mengakibatkan radiasi panas matahari yang terpancar pada bumi menjadi semakin maksimal. Dengan radiasi yang terlalu panas terpancar ke bumi mengakibatkan musim kemarau Judi Slot semakin parah, ditandai dengan rasa panas yang berlebih sehingga membuat tubuh kita semakin gerah dan panas matahari semakin menyengat.

Bahkan di beberapa daerah bisa ditandai dengan terjadinya kekeringan, kebakaran hutan, kekurangan sumber air dan lain-lain. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai penyebab Panas terik matahari bulan oktober terasa menyengat.

1.                  Adanya titik puncak panas matahari

Karena adanya revolusi bumi dalam berputar mengelilingi matahari, membuat efek gerak semu matahari. Titik puncak panas matahari atau biasa disebut dengan kulminasi matahari utama merupakan kejadian dimana posisi dari matahari tepat berada dimana kita tinggal. Karena pada siang hari matahari berada tepat diatas kita maka seakan-akan pada siang hari kita tidak bisa melihat bayangan.

Sesuai dengan informasi yang diterbitkan oleh BMKG, kulminasi di Pulau Jawa biasanya terjadi pada bulan Oktober. Misalnya di daerah Surabaya, kulminasi terjadi pada tanggal 12 Oktober pukul 11.15 WIB.

2.                  Suhu udara panas pada bulan Oktober tahun ini bukan merupakan suhu maksimal

Tahun 2018 tercatat sebagai tahun yang memiliki suhu panas paling tinggi yang pernah tercatat. Fenomena kulminasi panas matahari tidak selalu menimbulkan peningkatan suhu yang ekstrim kota-kota besar di Indonesia. Dari hasil pencatatan BMKG mengenai suhu di beberapa kota di pulau Jawa, masih belum menunjukkan peningkatan suhu yang ekstrim diatas 38 derajat celcius.

3.                  Sebab suhu terasa sangat panas

Peningkatan panas pada siang hari secara maksimum terjadi karena radiasi panas dari posisi matahari secara langsung diatas kita (kulminasi matahari) menjadi faktor utama dari Panas terik matahari bulan oktober. Namun terdapat beberapa faktor lain yang bisa memicu peningkatan suhu yang sangat drastis antara lain adalah adanya kecepatan angin yang bertiup secara kencang, tidak adanya hujan dalam kurun waktu yang cukup lama, adanya permukaan tanah yang tandus dan terlalu kering, hingga rendahnya kadar kelembaban udara suatu wilayah.

Demikian sedikit penjelasan mengenai meningkatnya panas terik matahari bulan oktober, tentunya terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya hal tersebut, namun kita sebagai seorang masing-masing individu hendaknya mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan pemanasan global.