Kantor Pinjol Ilegal Digrebek Aparat Kepolisian

Ssiem2018 – Pada akhir-akhir ini setelah presiden republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo meminta pihak kepolisian untuk memusnahkan pinjaman online illegal yang masih beroperasi membuat para karyawan yang bekerja di pinjaman online angkat tangan. Pihak kepolisian Metro Jakarta Pusast langsung melakukan aksi penggerebekan pinjol di beberapa kantor pinjol yang telah menjadi sasaran.

Pihak kepolisian Jakarta melakukan aksi penggerebekan pada hari Kamis, tanggal 14 Oktober, 2021 di beberapa kantor pinjaman online atau kantor fintech peer to peer lending di beberapa lokasi yang sudah menjadi target sasaran. Salah satu kantor yang menjadi target penggerebekan berada pada rumah toko Sedayu Square, kecamatan Cengkareng, Jakarta Pusat.

Saat polisi melakukan aksinya, di dalam kantor tersebut terdapat 56 orang karyawan dimana mereka bekerja sebagai seorang penagih hutang dan lainnya sebagai seorang marketing untuk menarik pelanggan. Saat mereka sedang bekerja polisi langsung memaksa masuk ke dalam ruangan tempat mereka beraktivitas. Para polisi langsung mengamankan semua karyawan yang sedang bekerja di kantor tersebut.

Hingga pada akhirnya pihak polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi tempat penggerebekan pinjol tersebut. Nantinya beberapa barang Agen Slot hasil dari sitaan tersebut selanjutnya akan diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Para karyawan tersebut terancam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai perlindungan konsumen

Sebanyak lima puluh enam karyawan yang berhasil di amankan oleh pihak kepolisian kini sedang di proses di Polres Metro Jakarta Pusat. Diantara semua pelaku yang diamankan, terdapat beberapa pelaku yang terbukti telah melakukan tindak pidana dan terancam beberapa Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang Undang mengenai perlindungan hak konsumen.

Seperti yang dimaksud pada Pasal 45b Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 yang berisi tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto, Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang undang Hukum Pidana atau Pasal 62 ayat 1 juncto, Pasal 8 ayat 1 huruf F juncto, Pasal 17 ayat 1 huruf G Undang Undang Republik Indonesia Tahun 1999 tentang Perlindungan terhadap konsumen juncto, terdapat juga Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

Adapun Collector yang menggunakan cara penagihan dengan mengancam dalam bentuk kekerasan hingga menyebar media porno

Pihak Kepolisian Metro Jaya Jakarta Pusat juga menjelaskan bahwasannya terdapat ada dua cara yang dilakukan saat melakukan penagihan oleh perusahaan pinjaman online, yang pertama secara langsung dan yang kedua adalah secara online (media sosial atau telefon).

Untuk cara pertama yaitu penagihan secara langsung, mereka sebagai karyawan (Collector) perusahaan pinjaman online illegal akan mendatangi para nasabah yang tidak bisa melakukan pembayaran lalu akan diancam dengan  kekerasan apabila tidak segera membayarkan.

Untuk cara penagihan yang kedua yaitu penagihan melalui telefon dan melalui sosial media. Dimana karyawan pinjaman online illegal akan menghubungi pihak nasabah secara terus menerus hingga nasabah terasa terganggu dan apabila masih belum membayarkan tagihan maka para nasabah akan diperlihatkan gambar gambar berbau pornografi sehingga tentunya hal itu akan membuat para nasabah merasa terganggu sehingga membuat para peminjamnya menjadi stress.

Terlalu mahal, bunga dari pinjaman online illegal kini bisa mencapai Rp. 500 Ribu per hari

Polisi melakukan penyelidikan dan diketahui bahwasannya di beberapa kasus terdapat jasa pinjaman online ilegal yang mematok bunga hingga Rp. 500.000 untuk per harinya. Tentu ini bukan nominal yang sedikit, karena setiap orang belum tentu bisa mendapatkan uang sebesar itu per harinya. Tentu ini makin menyiksa para peminjamnya.

Demikian sedikit penjelasan mengenai penggerebekan pinjol yang baru-baru ini menjadi topik hangat bagi seluruh warga Indonesia. Tentunya para masyarakat merasa senang atas kejadian ini, dan diharapkan dapat dibasmi hingga akar-akarnya.