Viral! Satpol PP Aceh Singkil Tangkap Anjing

Ssiem2018 – Canon, nama anjing yang di Pulau Banyak, Aceh Singkil, dikabarkan meninggal usai ditangkap oleh Satpol PP Aceh Singkil. Penangkapan tersebut terekam dalam sebuah video amatir dan beredar di dunia maya. Netizen pun ramai menaikkan tagar #ripcanon dan #juasticeforcanon pada Sabtu 23 Oktober 2021.

Dalam video berdurasi 16 detik tersebut, terlihat sejumlah petugas Satpol PP berkerumun mengitari anjing berwarna hitam yang belakangan namanya diketahui adalah Canon. Terlihat leher canon diikat di tanah, petugas Satpol PP yang hendak menangkapnya tidak melepas ikatan tersebut.

Yang terjadi, justru salah seroang petugas mengambil kayu dan seperti memukulkannya pada Canon. Reaksi ini membuat Canon panik sehingga bertindak agresif. Cara kasar yang dilakukan petugas Satpol PP tersebut kemudian melukai Canon.

Viral di Twitter

Naiknya tagar #ripcanon dan #justiceforcanon di twitter bermula ketika akun @gregorius membagikan video tindakan petugas Satpol PP kepada Canon. Inilah yang akan terjadi di kawasan wisata halal! Awalnya hewan, lama-lama orangpun akan di usir paksa! Awalnya cuma kawasan, lama-lama jadi NKRI bersyariah!” tambahnya dalam keteranga yang menyertai video itu diikuti kronologis kejadian.

Diketahui Canon ternyata adalah milik pengelola home stay dan restoran di tempat wisata Pulau Banyak, Aceh. Sedangkan, tujuan dari penangkapan  yang dilakukan oleh petugas Satpol PP adalah untuk melancarkan berlangsungnya wisata halal.

Kematian Canon

Identitas Canon diungkap Situs Slot oleh akun twitter @pekanbarudoglover sebagai salah satu komunitas pencinta anjing di Pekanbaru. “Seekor anjing milik pengelola home stay atau restoran di lokasi wisata Kecamatan Pulau Banyak, Aceh diambil paksa aparat dalam rangka penerapan wisata halal dan dibawa ke Singkil. Pemilik berusaha untuk mengambil kembali anjing peliharaannya,” tulisnya.

Sang pemilik anjing juga hendak menjemput anjing peliharaannya, namun terlebih dahulu mendapat kabar kalau anjingnya mati. Dari sumber yang sama, dijelaskan juga kalau sang pemilik syok mendengar kabar meninggalnya Canon.

Komunitas pencinta satwa di Riau melalui akun instagram @cintasatwariau memberi keterangan perihal penybab kematian Canon. Seusai ditangkap, Canon dimasukkan ke dalam keranjang berukuran kecil lalu dibungkus karung terpal dan diikat. Dugaan mereka, Canon mati karena kesulitan bernafas saat di dalam karung. Komunitas pencinta satwa tersebut juga sangat menyesalkan cara penangkapan anjing yang dilakukan oleh petugas Satpol PP.

Respon Satpol PP

Perlu diketahui, berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, tanggal 5 November 2021 No. 556.4/110, pelaksanaan wisata halal di Pulau Banyak akan dimulai pada tanggal 5 November 2021.

Dikutip dari Acehkini, Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Singkil, Ahmad Yani menyebutkan bahwa penangkapan yang dilakukan mereka sesuai dengan perintah dari Muspika Kecamatan Kepulauan Banyak.

Mereka mendapatkan laporan kalau ada anjing stres yang berkeliaran di Pulau tersebut. Hal ini, katanya membuat wisatawan yang datang ke Pulau Banyak resah.

Selain itu, tindakan yang dilakukan Mpo88 oleh Satpol PP menurut Ahmad Yani tidak berkaitan dengan penerapan wisata halal. “Kami menangkap anjing itu bukan karena ikon wisata halal, itu kami lakukan atas permintaan Muspika karena keberadaan anjing (canon) di pulau itu membuat kenyamanan pengunjung terganggu,” ungkapnya.

Dia juga menampik tuduhan publik yang menilai bahwa cara penangkapan anjing di Pulau Banyak terlalu berlebihan. “Kalau dibilang anjing itu mati karena kekerasan boleh kita visum. Bahkan yang memasukkan anjing itu ke dalam keranjang adalah pemiliknya, setibanya di (kota) Singkil anjing itu mati,” jelasnya.