Ampas Kopi untuk Baterai Kendaraan Listrik

Ssiem2018 – Menciptakan kendaraan ramah lingkungan dengan menggunakan baterai dari ampas kopi menjadi Info berita ter-update. Sebab itu, Tim Peneliti FTUI terus melakukan inovasi untuk mencapai cita-cita tersebut. Kebetulan sumber daya alam bahan utama baterai tersebut sangat melimpah. Hal ini akan membuat Indonesia merajai pasar baterai kendaraan listrik. Berikut ini pemaparan mengenai pemanfaatan ampas kopi.

Info Berita Ter-update : Penelitian Mengubah Ampas Kopi Menjadi Bahan Baterai

Kebutuhan untuk menghasilkan baterai kendaraan listrik dengan bobot lebih ringan dan daya kerja lebih cepat semakin meningkat. Untuk itu, Tim Peneliti FTUI mencari inovasi ampas kopi sebagai material baterai  kendaraan listriki yang menjadi Info berita ter-update.

Penelitian FTUI

DTMM FTUI yaitu Departemen Metalurgi dan Teknik Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Departemen ini menemukan inovasi baterai untuk kendaraan listrik. Tim peneliti membuat prototipe baterai listrik. Salah satu bahan penyusunnya yaitu limbah batok kelapa. Limbah tersebut diproses menjadi karbon aktif, lalu ditambahkan pada material aktif anoda.

Mereka juga sedang meneliti Agen Slot ampas kopi menjadi grafen. Limbah kopi dan batok kelapa untuk meningkatkan konduktivitas dari material aktif anoda.

FTUI  membuat baterai lithium ion dari material Lithium Titanate Oxide (LTO). Bahan tersebut dicampur timah (Sn) dan karbon aktif (C). LTO ini dicampur dengan Silikon (Si) dan karbon aktif yang membentuk masing-masing komposit LTO/CSn. LTO/C-Si merupakan material aktif anoda. Sedangkan Lithium Ferro Phospate (LFP) merupakan material aktif katoda.

Prof. Dr. Ir. Anne Zulfia Syahrial, M.Sc (Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI menjelaskan tentang LTO. Pada saat charging pengisian elektron) LTO tidak rentan terkena short circuit (korsleting). Bila dibandingkan dengan Lithium Graphite maka arus listrik yang dihasilkan LTO lebih stabil dan aman. Lithium Graphite adalah  jenis baterai kendaraan listrik yang digunakan saat ini.

“Dilihat dari segi kelemahan, kapasitas spesifik (LTO) lebih rendah dari grafit. Kapasitas spesifik LTO 175 mAh/g dan graphite 732 mAh/g. Untuk memperbaiki LTO, kita mengubahnya menjadi komposit. Caranya dengan mencampurkan Sn atau Si dengan karbon aktif limbah batok kelapa. Sekarang sedang meneliti grafen dari ampas kopi yang akan dicampurkan dengan LTO nantinya,” papar Prof. Anne.

Keunggulan Lithium-Ion dengan LTO

Menurut Prof. Anne ide pemanfaatan ampas kopi berasal limbahnya yang melimpah. Lalu tim mengkaji kandungan dalam kopi yang bisa diolah menjadi grafen sehingga menjadi Info berita ter-update. Grafen berfungsi untuk meningkatkan konduktivitas LTO dalam baterai Lithium-Ion.

“Limbah kopi mengandung partikel-partikel bagus untuk menghasilkan nano partikel dan surface areanya baik. Surface area yang baik menyebabkan banyak ion yang masuk sehingga menghasilkan tenaga yang bagus,” jelas Prof. Anne.

Keunggulan lain bobotnya ringan dan pengisian cepat. Di masa mendatang, baterai mobil listrik bobotnya 200 kg. Dengan bobot ringan maka jarak tempuh mobil akan meningkat bila dibanding dengan baterai dengan kapasitas sama yang ada sekarang yaitu 500 kg. Waktu pengisian daya sekitar 15-30 menit sebaliknya mobil yang ada sekarang sekitar 1,5-2 jam.

Prof. Dr. Hendri D.S. Budiono, M.Eng, (Dekan Fakultas Teknik UI Assoc), menyatakan temuan inovasi baterai ini bermanfaat untuk pengembangan industri kendaraan listrik yang ada di Indonesia. Harapannya industri bisa menyerap temuan FTUI ini sehingga dapat dikomersialkan.

Menurut Hendri temuan dari FTUI ini menunjukan Indonesia punya potensi besar menguasai pasar baterai kendaraan listrik. Pasalnya, Indonesi mempunyai sumber daya alam baterai yang melimpah.

Ampas kopi mengandung partikel-partikel bagus sebagai bahan baterai kendaraan listrik yang diteliti oleh FTUI. Harus ada kerja sama antara FTUI dengan pihak industri agar temuan ini bisa dikomersialkan sehingga menjadi Info berita ter-update sekarang.

Info Berita Ter-update : Ampas Kopi untuk Baterai Kendaraan Listrik

Menciptakan kendaraan ramah lingkungan dengan menggunakan baterai dari ampas kopi menjadi Info berita ter-update. Sebab itu, Tim Peneliti FTUI terus melakukan inovasi untuk mencapai cita-cita tersebut. Kebetulan sumber daya alam bahan utama baterai tersebut sangat melimpah. Hal ini akan membuat Indonesia merajai pasar baterai kendaraan listrik. Berikut ini pemaparan mengenai pemanfaatan ampas kopi.

Info Berita Ter-update : Penelitian Mengubah Ampas Kopi Menjadi Bahan Baterai

Kebutuhan untuk menghasilkan baterai kendaraan listrik dengan bobot lebih ringan dan daya kerja lebih cepat semakin meningkat. Untuk itu, Tim Peneliti FTUI Mpo88 mencari inovasi ampas kopi sebagai material baterai  kendaraan listriki yang menjadi Info berita ter-update.

Penelitian FTUI

DTMM FTUI yaitu Departemen Metalurgi dan Teknik Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Departemen ini menemukan inovasi baterai untuk kendaraan listrik. Tim peneliti membuat prototipe baterai listrik. Salah satu bahan penyusunnya yaitu limbah batok kelapa. Limbah tersebut diproses menjadi karbon aktif, lalu ditambahkan pada material aktif anoda.

Mereka juga sedang meneliti ampas kopi menjadi grafen. Limbah kopi dan batok kelapa untuk meningkatkan konduktivitas dari material aktif anoda.

FTUI  membuat baterai lithium ion dari material Lithium Titanate Oxide (LTO). Bahan tersebut dicampur timah (Sn) dan karbon aktif (C). LTO ini dicampur dengan Silikon (Si) dan karbon aktif yang membentuk masing-masing komposit LTO/CSn. LTO/C-Si merupakan material aktif anoda. Sedangkan Lithium Ferro Phospate (LFP) merupakan material aktif katoda.

Prof. Dr. Ir. Anne Zulfia Syahrial, M.Sc (Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI menjelaskan tentang LTO. Pada saat charging pengisian elektron) LTO tidak rentan terkena short circuit (korsleting). Bila dibandingkan dengan Lithium Graphite maka arus listrik yang dihasilkan LTO lebih stabil dan aman. Lithium Graphite adalah  jenis baterai kendaraan listrik yang digunakan saat ini.

“Dilihat dari segi kelemahan, kapasitas spesifik (LTO) lebih rendah dari grafit. Kapasitas spesifik LTO 175 mAh/g dan graphite 732 mAh/g. Untuk memperbaiki LTO, kita mengubahnya menjadi komposit. Caranya dengan mencampurkan Sn atau Si dengan karbon aktif limbah batok kelapa. Sekarang sedang meneliti grafen dari ampas kopi yang akan dicampurkan dengan LTO nantinya,” papar Prof. Anne.

Keunggulan Lithium-Ion dengan LTO

Menurut Prof. Anne ide pemanfaatan ampas kopi berasal limbahnya yang melimpah. Lalu tim mengkaji kandungan dalam kopi yang bisa diolah menjadi grafen sehingga menjadi Info berita ter-update. Grafen berfungsi untuk meningkatkan konduktivitas LTO dalam baterai Lithium-Ion.

“Limbah kopi mengandung partikel-partikel bagus untuk menghasilkan nano partikel dan surface areanya baik. Surface area yang baik menyebabkan banyak ion yang masuk sehingga menghasilkan tenaga yang bagus,” jelas Prof. Anne.

Keunggulan lain bobotnya ringan dan pengisian cepat. Di masa mendatang, baterai mobil listrik bobotnya 200 kg. Dengan bobot ringan maka jarak tempuh mobil akan meningkat bila dibanding dengan baterai dengan kapasitas sama yang ada sekarang yaitu 500 kg. Waktu pengisian daya sekitar 15-30 menit sebaliknya mobil yang ada sekarang sekitar 1,5-2 jam.

Prof. Dr. Hendri D.S. Budiono, M.Eng, (Dekan Fakultas Teknik UI Assoc), menyatakan temuan inovasi baterai ini bermanfaat untuk pengembangan industri kendaraan listrik yang ada di Indonesia. Harapannya industri bisa menyerap temuan FTUI ini sehingga dapat dikomersialkan.

Menurut Hendri temuan dari FTUI ini menunjukan Indonesia punya potensi besar menguasai pasar baterai kendaraan listrik. Pasalnya, Indonesi mempunyai sumber daya alam baterai yang melimpah.

Ampas kopi mengandung partikel-partikel bagus sebagai bahan baterai kendaraan listrik yang diteliti oleh FTUI. Harus ada kerja sama antara FTUI dengan pihak industri agar temuan ini bisa dikomersialkan sehingga menjadi Info berita ter-update sekarang.