Pemprov DKI Jakarta Klaim Banjir Surut Dalam Waktu 6 Jam

Ssiem2018 – Bulan November merupakan bulan musim penghujan bagi Indonesia. Setiap daerah pastinya merasakan fenomena musim penghujan tahun 2021 ini. Tidak lain adalah bencana Situs Slot banjir yang terjadi di beberapa daerah wilayah Indonesia. Seperti halnya Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Yang sering kali terkena dampak bencana banjir ketika hujan mulai turun. Memang sebagaimana diketahui, di beberapa titik di kota DKI Jakarta sudah tergenang banjir bandang. Banyak penduduknya yang kesulitan untuk beraktifitas.

Adanya beberapa titik yang terkena banjir, sedianya pemprov (Pemerintah Provinsi) Jakarta, sedianya mengklaim. Bahwasanya genangan air banjir yang ada di beberapa titik tersebut bakal surut dalam waktu 6 jam. Memang intensitas curah hujan sejak hari sabtu (13/11) kemarin sangatlah deras. Sehingga mengakibatkan banjir di beberapa titik di kota Jakarta. Dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jakarta sedianya mengungkapkan sejumlah data.

Menurut data tersebut, genangan maupun banjir yang menimpa beberapa wilayah di kota Jakarta Timur sedianya surut dalam waktu 2 jam. Dengan adanya ketinggian genangan 40 hingga 60 cm. Beberapa wilayah tersebut adalah kelurahan Makassar, Kelurahan Kebon Pala dan juga Kelurahan Cipinang Melayu. Sementara di Kelurahan Tengah, Kelurahan Rambutan dan Kelurahan Cililitan. Genangan maupun banjir bisa surut sekitar 3 sampai 4 jam.

DKI Jakarta Sudah Tanggap Bencana Banjir

Anggota gabungan dari Pemprov DKI Jakarta yang memang dilengkapi peralatan langsung bergerak. Tentu saja dalam menangani genangan. Dengan meliihat curah dan intensitas hujan yang lumayan tinggi. Maka seluruh jajaran Pemprov Jakarta tetap terus bersiaga. Guna meminimalisir dampak dari genangan banjir. Pernyataan di atas memang diungkapkan langsung oleh Sabdo Kurnianto, selaku Plt. Kepala Pelaksanan BPBD Jakarta.

Sedangkan berdasarkan data dari Dinas SDA Jakarta, genangan air yang merendam Kecamatan Mampang Prapatan, lebih tepatnya di Kemang Utara. Karena adanya luapan air bah dari kali Kemang. Namun bisa diatasi dengan mudah dan bisa surut dalam jangka waktu 2 jam. Sebagaimana tindak lanjut, dari adanya genangan air bah kali Kemang, tentu saja pihak Dinas SDA Jakarta tetap terus memantau terkait perkembangan akan genangan banjir. Serta tingginya air bah kali di setiap pintu air.

Meskipun dari pengamatan yang sudah dilakukan, tinggi air bah kali kemang tidak stabil. Namun tidak menimbulkan status awas siaga 1. Gubernur DKI Jakarta yakni Anies Baswedan waktu sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya mempunyai sejumlah KPI (Key Performance Indicator). KPI tersebut memang digunakan untuk penanganan bencana banjir yang terjadi di ibu kota. Yang terpenting dalam bencana banjir tersebut tidak ada warga setempat yang meninggal dunia.

Pada tahun sebelumnya, memang ada beberapa warga setempat yang meninggal ketika bencana banjir datang. Akan tetapi meninggalnya warga tersebut bukan karena air, melainkan terkena sengatan listrik. Oleh karena itu, untuk saat ini Gubernur bekerja sama dengan pihak PLN terkait pengelolaan listrik ketika terjadi banjir. Untuk itu pihak PLN beserta timnya sudah mengantisipasi dalam pengamanan arus listrik ketika sedang terjadinya banjir.

Sementara itu, KPI yang lainnya adalah mengenai target air genangan banjir yang surut. Anies sendiri sedianya menargetkan air genangan banjir harus bisa surut dalam waktu 6 jam. Tentu saja setelah curah atau intensitas air hujan sudah berhenti. Dan tingginya arus sungai sudah dalam kondisi normal. Pada dasarnya Pemprov DKI Jakarta beserta jajarannya sudah berusaha dengan maksimal untuk menanggulangi bencana banjir yang sedang terjadi. Dan perlu diketahui juga, dalam penanggulangan Mpo88 tersebut juga membutuhkan proses dan waktu.