Kasus Covid-19 Di Korea Selatan Mengganas

Ssiem2018 РKorea Selatan masih berjuang untuk menurunkan angka penderita kasus Covid 19. Dilansir dari Associated  Press, pada hari Rabu (17/11) jumlah kasus harian mencapai 3.187 berdasarkan laporan dari Pemerintah Korea Selatan. Angka tersebut mirip dengan kasus yang terjadi pada bulan September lalu. Tentu saja ini menjadi kekhawatiran tersendiri terhadap warganya.

Dorong Program Vaksin Booster

Kondisi Korea Selatan yang demikian membuat Agen Slot perekonomian juga tidak baik. Akhirnya pemerintah melonggarkan protokol kesehatan yang berkaitan jaga jarak. Akibat pelonggaran jaga jarak kasus kembali naik mencapai level yang mengkhawatirkan. Dijelaskan bahwa pada 3.187 kasus yang baru dan terdapat 522 orang yang alami kondisi parah.

Lonjakan tidak terjadi secara cepat tetapi dialami bertahap. Kenaikan yang bertahap tetap menjadi perhatian utama Pemerintah Korea Selatan. Pemerintah kembali menggalakkan program vaksinasi booster. Semua masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi dua kali perlu melakukan tahap ketiga. Berdasarkan Hello Sehat, dosis ketiga dapat memperkuat kedua dosis yang sudah dilakukan sebelumnya.

Vaksinasi booster pada dasarnya tidak hanya terjadi pada Covid-19. Pemberiannya juga sudah lazim dalam ranah pencegahan penyakit flu maupun tetanus.

Sedangkan mengenai cara kerjanya pernah dijelaskan oleh Ali Ellebedy yang merupakan seorang ahli imunologi asal Washington University. Pada saat pemberian dosis pertama maka sistem imunitas akan menghasilkan antibody khusus yang terus menurun kadarnya.

Meskipun terjadi penurunan tetap saja meninggalkan memori khusus terhadap sel imunitas, terutama sel B. Sedangkan vaksin booster akan memacu sel B berlipat ganda untuk meningkatkan imunitas tubuh. Walaupun memang seiring berjalannya waktu kadar akan kembali menurun, tetapi jumlah sel B yang memiliki memori akan lebih banyak daripada sebelumnya.

Sebagian Besar Masyarakat Korea Selatan Sudah Divaksin

Sebelum program booster semakin gencar, Korea Selatan sendiri mencatat sudah 90% warga berusia dewasa yang mendapatkan vaksin. Namun infeksi berkembang lebih cepat ke orang yang berusia lanjut akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh mereka. Menurut Agen Pencegahan dan Pengontrolan Penyakit Korea (KDCA), vaksinasi booster tetap perlu diberikan.

Setidaknya akan diprioritaskan terhadap orang berusia 60 tahun, seluruh orang yang tinggal di panti jompo, tentara, polisi, dan petugas pemadam kebakaran. KDCA juga menjelaskan bahwa seiring perkembangan waktu vaksinasi tambahan tetap perlu digalakkan. Vaksinasi tambahan (booster) dapat berguna untuk memacu peningkatan daya tahan tubuh terhadap varian Delta.

Berdasarkan laporan KDCA juga, kasus baru dengan infeksi parah sebanyak 82% dari 522 terjadi pada orang berusia lanjut. Berdasarkan AP News, terdapat 21 kasus kematian yang dilaporkan pada hari Rabu (17/11) ini. Kenaikan angka penderita yang terjadi bertahap menjadi pertanyaan bagi banyak negara lainnya.

Tampaknya Korea Selatan terlalu cepat memberikan aturan kelonggaran meskipun untuk tujuan pemulihan kondisi perekonomian. Padahal varian delta mampu menyebar dengan cepat dan masyarakat tetap perlu terus berhati-hati terhadap virus ini.

Data ini masuk kategori serius untuk ditangani karena jumlah kasur di rumah sakit cepat terisi. Wilayah yang dianggap berbahaya terjadi di area ibukota Seoul. Ditargetkan pada akhir tahun 2021 akan terdapat 13,8 juta warga yang akan mendapatkan suntikan booster.

Kasus yang terjadi di negara Korea Selatan bisa menjadi Mpo88 pembelajaran bagi negara lainnya. Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi dan terjadi pelonggaran peraturan, masyarakat tetap perlu untuk selalu menjaga jarak. Protokol kesehatan lainnya juga perlu terus ditegakkan seperti sering mencuci tangan maupun menggunakan masker.