10.400 Warga Mengungsi Dari Erupsi Semeru

Ssiem2018 – Berita bencana hari ini datang dari dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi tidak lama ini. Erupsi Gunung Semeruini memaksa ribuan warga harus meninggalkan Agen Slot rumah mereka dan bertahan sementara di tempat pengungsian. Hingga hari ini, Selasa (21/12), tercatat 10.400 warga telah berada di tempat pengungsian karena terdampak erupsi Gunung Semeru.

Para pengungsi sendiri tersebar di berbagai titik pengungsian di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Beberapa titik yang menjadi pusat pengungsian adalah pengungsian di Kecamatan Candipuro yang memiliki 21 satu titik pengungsian. Kemudian, Kecamatan Pasirian dengan 17 titik pengungsian, dan Kecamata Pronojiwo 4 titik pengungsian. Sebaran pengungsi lain ada di kecemata Sumbersuko, Pasrujame, dan Lumajang.

Seiring dengan keterangan resmi dari Abdul Muhari selaku Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Jumlah 10.400 pengungsi tersebut tidak hanya pengungsi yang ada di daerah Kabupaten Lumayang saja. Namun juga termasuk dengan para pengungsi yang berada di titik terluar Kabupaten Lumajang. Seperti pengungsian di Kabupaten Malang yang memiliki 9 titik pengungsian, di Blitar, Probolinggo, dan Jember.

Posko tengah menyiapkan lahan untuk relokasi pengungsi di daerah Desa Sumber Mujur. Proses pembersihan tanah di daerah tersebut sendiri sudah mencapai 17 persen. Hingga berita ini diluncurkan, tercatan 1.027 rumah warga rusak akibat guguran awan panas.

Berita Bencana Hari Ini : Aktivitas Vulkanik Masih Terjadi di Gunung Semeru

Terpantau pada berita bencana hari ini, Selasa (21/12) masih terlihat aktivitas vulkanik dari Gunung Semeru tetap berjalan. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang tersebut masih mengeluarkan guguran awan panas. Kemarin, Senin (20/12) 1 kali guguran awan panas terjadi dengan jarak luncur mencapai 3.000 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menghimbau masayrakat untuk menjauhi sektor tenggara di Besuk Kobokan. Jarak 13 KM dari puncak atau pusat erupsi harus di kosongkan dari segala bentuk aktivitas. Karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 KM. Masyarakat juga dhmbau untuk tidak beraktivitas di kawasan sungai minimal 500 meter dari tepi sungai di Besuk Kobokan.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidakĀ  memasuki area kawah atau puncak Gunung Semeru dalam radius 5 KM. Hal ini untuk mengindari lontaran batu pijar yang berbahaya. Masyarakat juga perlu waspada pada guguran lava dan lahar di beberapa aliran sungai dan lembah yang hulunya ada di Puncak Gunung Semeru. Terutama sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan Besuk Bang. Anak-anak sungai yang lebih kecil juga masih perlu di waspadai juga.

Gunung Semeru sudah ditetapkan dalam level 3 atau siaga sejak 16 Desember 2021 lalu. Melihat aktivitas vulkanik yang masih berlanjut. Sepertinya keadaan dan level tersebut tidak akan segera turun. Warga pun perlu bertahan lebih lama lagi di tempat pengungsian. Sejauh ini bencana erupsi Gunung Semeru ini sudah memakan setidaknya 50 korban jiwa.

Sebelumnya, 49 korban jiwa tercatat namun kemarin, satu korban luka berat dinyatakan meninggal dunia. Menambah daftar korban jiwa dari Gunung Semeru ini, saat ini Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi korban di daerah terdampak dan berusaha memenuhi kebutuhan di posko dan titik pengungsian.

Demikian berita bencana hari ini mengena Mpo88 erupsi Gunung Semeru. Saat ini di posko dan titik pengungsian. Posko masih berfokus agar dapat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi seperti kebutuhan makan, kesehatan, dan jalannya pendidikan.