Semakin Optimis, Aprilia Akan Sebar Teror Di MotoGP 2022

Ssiem2018 – Pada klassemen musim akhir 2021, Aleix Espargaro dari team Aprilia Racing menempati status kedelapan. Bukan rangking yang keren memang. Tetapi, semenjak 2017, ini ialah Agen Slot hasil terbaik yang dicapainya.

Tiap tahun, Aprilia makin mengurangi jarak ketinggalan dari beberapa pesaingnya. Pada musim MotoGP 2019, rerata jarak Aprilia dengan juara balapan ialah 27,4 detik. Satu tahun selanjutnya, rerata jaraknya menyusut jadi 22,4 detik. Tahun kemarin, rerata jarak itu makin sedikit jadi cuman 11,9 detik.

Perubahan itu tidak lepas dari sebuah tangan dingin beberapa jawara di Aprilia: Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, dan Romano Albesiano, selaku Direktur Tehnik Aprilia Racing. Dengan trend yang sangat positif, tidaklah aneh bila Aprilia semakin percaya diri untuk membidik kemenangan di MotoGP.

  1. Aprilia bisa dibuktikan sanggup berkompetisi ambil baris depan dalam balapan MotoGP
    Pada tahun 2021, Aprilia semakin sanggup dekati beberapa rider di baris depan. Rider intinya, Aleix Espargaro, seringkali bertarung seru dengan pembalap dari pabrikasi lain untuk ambil status terbaik. Selama musim, Aleix bahkan juga selalu finish di urutan ke-10 besar.

Pucuknya, rider Spanyol yang sudah tergabung dengan Aprilia semenjak 2017, dapat ambil tribune tiga di Circuit Silverstone, Inggris. Ini sebagai tribune pertama untuk Aprilia semenjak kembali bertanding di zaman MotoGP kekinian.

“Aleix bisa dibuktikan benar-benar kuat. Dia mempunyai watak yang tidak sabaran tetapi berikut kemampuannya. Saya benar-benar mengaguminya karena dia sanggup terus mempunyai ketertarikan yang mengagumkan sepanjang tahun,” ungkapkan Romano Albesiano pada Moto.it yang diambil Motosan.

  1. Maverick ‘Top Gun’ Vinales jadi amunisi baru Aprilia
    Pada tengah musim 2021, Aprilia kehadiran amunisi baru. Maverick Vinales yang keluar lebih cepat dari Yamaha memilih untuk langsung membalap dengan Aprilia. Vinales bisa menjadi unggulan team pabrikasi Noale pada musim ini.

Tetapi, Vinales harus menyesuaikan dengan motor RS-GP. Walau demikian, crew team Aprilia cukup semangat pada kekuatan Hebat Gun. Musim kemarin, hasil terbaik Vinales dengan Aprilia terjadi di GP Emilia Romagna. Start dari posisi ke-19, dia sanggup finish di status 8.

“Vinales rider yang paling berpotensi. Dia mendapati motor yang melewati sangkaannya, walau masih ada sesuatu hal yang penting diperbarui, seperti jarak saat di tengah-tengah kelokan. Dia mempunyai pendekatan yang paling positif, dan saat latihan di Jerez dia betul-betul efisien,” kata Albesiano mengenai Vinales diambil Motosan.

  1. Salah satu pabrikasi dengan status konsesi jadi keuntungan

Tidak cuman punyai dua rider yang kekuatannya semakin meningkat, Aprilia juga dapat lakukan banyak peningkatan pada mesinnya. Tahun ini, Aprilia jadi salah satu yang dengan status pabrikasi ‘konsesi’.

Albesiano sebagai Direktur Tehnik Aprilia Racing memandang ini sebagai keuntungan. Bersama tes pembalap Lorenzo Savadori, mereka akan lakukan banyak pengetesan.

“Lorenzo Savadori seorang rider yang cepat sekali dan eksper. Dia rider penguji yang bagus dan akan turun balap sebagai wildcard. Kami punyai banyak materi untuk dites satu tahun ini. Dan sebagai team konsesi, itu sebetulnya memberikan kami keuntungan untuk peningkatan mesin,” terang Albesino seperti dikutip Motosan.

  1. Ada perkembangan berarti hasil dari test pramusim di Jerez

Aprilia optimis dengan hasil peningkatan motornya. Minimal pada sesion test pramusim di Jerez, Aprilia memperoleh hasil positif dari beberapa pengembangan baru yang mereka tes.

“Pada intinya kami mengetes sebuah mesin yang baru dan itu bekerja lebih baik sekali. Kami mengetes ide sasis baru, hasilnya kami sedikit sangsi tetapi kami akan lakukan perbedaan kembali dengan test di Sepang. Kami berusaha keras di bidang pengereman, pada akselerasi, pada engine braking, dan semua ada perkembangan,” kata Direktur Tehnik ini diambil Motosan.

Romano Albesiano juga tidak gentar pada perform motor pabrikasi lain. Dia justru memandang tidak ada peralihan memiliki arti pada mereka. Namun, dia waspada performa mengagumkan dari Francesco Bagnaia dengan Ducati.

  1. Aprilia percaya bisa saja sekeras team pabrikasi lain

Walau ada banyak hal yang harus dipertingkat, Aprilia tidak tutupi tekadnya untuk merampas kemenangan pada musim 2022. Apa lagi, hasil tahun awalnya sudah memperlihatkan perubahan yang mengagumkan dari motor dan pembalapnya.

“Bila kami dapat menang, saya tidak akan kaget. Kami punyai pesaing kuat, tetapi kami tidak kalah kuat. Bila disaksikan dari pertama kalinya kami mulai, itu benar-benar berlainan. Dalam penglihatanku, saya tidak perduli dengan tingkat di MotoGP, tetapi kami (berkembang). Saya menarget dua rider di urutan ke-10 besar, seringkali tribune, dan kemungkinan, suatu hal lainnya (juara),” ungkapkan Albesiano diambil Motosan.

Perkembangan Aprilia memang tidak engganas kenaikan dari team pabrikasi seperti Ducati. Tetapi, pabrikasi lain harus waspada usaha keras, stabilitas, dan Mpo88 semangat dari beberapa rider dan crew team pabrikasi asal Italia ini. Antara pabrikasi besar yang lain berkompetisi di MotoGP, Aprilia bisa jadi jadi kuda hitam di MotoGP 2022.