Peforma Max Verstappen Belum Stabil Pada Musim 2022

Peforma Max Verstappen Belum Stabil Pada Musim 2022

Ssiem2018 – Formulasi 1 telah habis melangsungkan tiga seri balap Agen Slot pada musim 2022. Ferrari jadi team yang tampil keren dengan mencatatkan 2x kemenangan dan pole position pada GP Bahrain dan Australia.

Dalam pada itu, Red Bull baru saja sekali raih pole position pada GP Arab Saudi melalui Sergio Perez. Ini munculkan pertanyaan masalah perform Max Verstappen pada sesion kwalifikasi. Apa yang mengakibatkan rider asal Belanda itu kehilangan taji pada sesion yang tentukan status start saat balapan itu?

  1. Verstappen sanggup raih 10 pole position pada Formulasi 1 2021
    Silahkan sesaat kita mengingat kembali perform Max Verstappen pada musim 2021 kemarin. Berdasar data Stats F1, Super Max sanggup mencatatkan 10 pole position dari 22 seri balap yang diadakan.

Dari 10 pole position yang didapatkan, Verstappen sanggup mengonversinya jadi kemenangannya pada 7 seri balap. Maknanya, prosentase status start pertama kali yang berbuah jadi kemenangannya pada musim kemarin ialah sejumlah 70 %.

  1. Catatan bagus musim kemarin tidak dapat terulang lagi di awal musim 2022
    Tetapi, catatan bagus yang dicetak Verstappen pada musim 2021 belum juga dapat terulang lagi. Selainnya Ferrari yang punyai kecepatan mobil yang oke, Verstappen kelihatan kesusahan saat menyantap sesion kwalifikasi.

Adapun status start terbaik selama ini ialah urutan ke-2 pada GP Bahrain dan Australia. Namun, pada dua balapan itu dia tidak berhasil finish karena permasalahan tehnis pada RB18 yang dikemudikannya.

  1. Verstappen paparkan argumen dianya belum raih pole position di awal musim 2022
    Kesusahan yang dirasakan pada sesion kwalifikasi dianggap sendiri oleh Verstappen. Rider berumur 24 tahun itu juga memaparkan pemicu kenapa dianya tidak dapat raih pole position di awal musim 2022.

“Saya cukup kesusahan dengan kesetimbangan mobil dan itu tidak dapat memberikan Anda keyakinan untuk menggerakkan mobil lebih jauh. Run pertama kaliku pada Q3 GP Australia mulai berasa sedikit lebih bagus dan saya sebetulnya punyai kekuatan.

Namun, saya kembali terkunci pada satu kelokan karena hanya sebuah penggantian kesetimbangan yang terjadi secara random. Jujur saja, itu tidak baik,” sebut Verstappen dikutip Racing News 365.

  1. Ada merasa tidak nyaman saat menyantap satu lap pada sesion kwalifikasi
    Selanjutnya, Verstappen menerangkan jika dianya tidak berasa nyaman saat menyantap satu lap pada sesion kwalifikasi. Sebenarnya, dia sudah memakai simulator untuk mendapatkan setting mobil yang dirasakan pas. Namun, Verstappen masih menjumpai kendala ketika ada langsung di circuit.

“Itu bukan kesetimbangan yang bagus. Saya memburu suatu hal dan saya tidak pernah berasa nyaman untuk satu perputaran, terkecuali untuk long run. Saat kembali sesudah balapan, saya menggunakan simulator untuk coba memperoleh setting dasar yang bagus.

Namun, selama waktu saat saya kembali lagi ke track diriku hadapi kesusahan. Saya perlu pahami kenapa itu muncul karena sekarang ini hal itu benar-benar tidak membahagiakan,” terang Verstappen.

  1. Red Bull merencanakan membawa up-grade pada GP Emilia Romagna, akankah berbuah manis?
    Balapan masih baru saja berjalan tiga seri balap. Semua bisa terjadi, apa lagi Red Bull merencanakan akan bawa up-grade pada RB18 pada GP Emilia Romagna kelak. Pasti ada keinginan yang usaha diusahakan supaya Red Bull dapat berkompetisi menantang Ferrari yang tampil kuat di awal musim.

Makin bertambah point yang kebuang, jalan Red Bull dan Verstappen untuk merangkul titel juara dunia rider dan konstruktor akan semakin curam. Memikat buat menunggu cara dan taktik apa yang hendak diterapkan Red Bull hadapi beberapa seri balap seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.